Jackiecilley.com – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menjelaskan mengapa perusahaan masih mengandalkan tenaga manusia dalam proses produksi mobil, meskipun banyak pabrikan lain beralih ke otomatisasi dengan robot. Dalam pernyataan yang disampaikan Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya, di Karawang, Selasa, dijelaskan bahwa perusahaan melakukan otomatisasi secara bertahap sesuai kebutuhan.
Nyoman menekankan pentingnya pengembangan keterampilan karyawan untuk memenuhi tuntutan industri saat ini, di mana pemrograman dan teknologi menjadi aspek vital. Dalam menghadapi kesenjangan pengetahuan di antara tenaga kerja, Toyota mengedepankan filosofi “Make People before Make Product.” Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) sebelum meluncurkan kendaraan elektrifikasi.
Persiapan SDM dilakukan tidak hanya dalam aspek teknis, tetapi juga fokus pada keselamatan, proses produksi, dan kontrol kualitas. Selain itu, Toyota menerapkan prinsip AMAP (All Member All Process) yang memberikan akses pekerjaan kepada seluruh anggota tim, tanpa memandang latar belakang, usia, atau gender.
Saat ini, lebih dari 200 pekerja wanita berkontribusi dalam fasilitas produksi TMMIN. Nyoman menegaskan bahwa perusahaan beradaptasi dengan kebutuhan individu, termasuk menyediakan alat bantu untuk mempermudah pekerjaan. Dalam momen tersebut, ia juga menyampaikan kesiapan Toyota untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait produksi mobil nasional.
Dengan dedikasi pada pengembangan SDM dan inovasi, Toyota berkomitmen untuk tetap menjadi bagian integral dari industri otomotif nasional, sembari mengikuti perkembangan industri yang cepat dan tuntutan pasar.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-20.57.50.jpeg)