Jackiecilley.com – Tim Pengawas Haji DPR RI mendesak pemerintah untuk mengoptimalkan pelayanan bagi jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang akan tiba di Madinah. Permintaan ini disampaikan mengingat tingginya tingkat kelelahan dan tekanan psikologis yang dialami jemaah setelah menjalani ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Anggota Timwas Haji DPR RI, Muhammad Abdul Aziz, menekankan bahwa jemaah gelombang kedua memiliki kebutuhan yang berbeda dibandingkan gelombang pertama. Ia berharap Kementerian Haji dan Umrah dapat memastikan pelayanan dioptimalkan, khususnya untuk ibadah Arbain dan akses ke Raudah, yang menjadi impian jemaah setelah bertahun-tahun menunggu.
Selain fokus pada ibadah, Timwas juga mencermati kelancaran perpindahan jemaah dari Mekah ke Madinah. Dengan sekitar 99 ribu jemaah, pengaturan jadwal yang matang sangat penting untuk menghindari penumpukan dan keterlambatan. Abdul Aziz menyarankan agar simulasi waktu dan skema pergerakan yang terukur diterapkan untuk menjaga kelancaran mobilitas.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan hotel yang sering menjadi tantangan saat pergantian tamu. Menurutnya, penumpukan jemaah di lobi karena keterlambatan kamar bisa menyebabkan masalah dalam proses akomodasi dan konsumsi.
Timwas menghargai usaha Kementerian Haji dan Umrah yang menempatkan jemaah di hotel bintang lima dekat Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Namun, aturan hotel yang melarang makan di kamar perlu penyesuaian agar sesuai dengan kebiasaan jemaah Indonesia.
Abdul Aziz juga mengingatkan pentingnya kesiapan pemerintah dalam menghadapi perubahan kebijakan Arab Saudi. Ia mencontohkan, distribusi kartu pintar Nusuk tahun ini dilakukan dengan lebih baik dibandingkan tahun lalu, sehingga kelancaran dapat terjaga. Penting bagi pemerintah untuk terus berkomunikasi dengan pihak Saudi agar mampu beradaptasi terhadap kebijakan baru yang akan datang.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/06/1780382972_711be620538849702fad.jpg)