Jackiecilley.com – Aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kini berada dalam status Siaga setelah Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meningkatkan levelnya dari Waspada ke Siaga. Keputusan ini diambil pada Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita, menyusul kenaikan signifikan dalam aktivitas vulkanik gunung tersebut.
Lana Saria, Plt Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, mengungkapkan bahwa peningkatan ini didasari oleh pemantauan visual dan alat yang menunjukkan lonjakan aktivitas. Erupsi pertama setelah peningkatan status terjadi pada 4 Januari 2026, dengan kolom erupsi mencapai 300 meter dari puncak. Sejak saat itu, frekuensi gempa erupsi terus meningkat, termasuk 341 kejadian pada 13 Januari 2026.
Data dari periode 1-15 Januari menunjukkan total 2.713 kali gempa erupsi dan 4.391 kali gempa hembusan. Pada periode 16-18 Januari, tercatat kembali 831 gempa erupsi dan 925 gempa hembusan. Gunung juga menunjukkan aktivitas visual berupa asap kawah berwarna putih hingga kelabu, dengan ketinggian mencapai 200 meter dari puncak.
Sebagai respons terhadap status Siaga, Badan Geologi mengeluarkan beberapa rekomendasi bagi masyarakat. Pendaki dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat gunung. Warga diimbau untuk waspada terhadap potensi bahaya, termasuk aliran lava dan awan panas. Mereka juga disarankan menggunakan masker untuk melindungi diri dari abu vulkanik dan menutup tempat penampungan air bersih untuk mencegah pencemaran.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/01/1768740638_f7f020e311d0068972fa.jpg)