Jackiecilley.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengumumkan bahwa proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi, yang dikenal sebagai Talavera Project Jetty, di kawasan Socorejo, Tuban, Jawa Timur, ditargetkan akan beroperasi secara optimal pada pertengahan tahun 2026. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri dan memperkuat posisi ekspor perusahaan.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menjelaskan bahwa proyek ini akan menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas distribusi semen, serta menjawab tantangan pasar domestik yang semakin kompetitif. Selain itu, proyek ini akan membantu SIG menghadapi kondisi overcapacity yang sedang melanda industri semen.
Proyek ini merupakan hasil kerja sama strategis SIG dengan anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, dan Taiheiyo Cement Corporation, yang sudah terjalin sejak tahun 2021. Dengan total investasi mencapai Rp1,4 triliun, proyek ini mencakup pengembangan berbagai fasilitas, termasuk peningkatan kapasitas Terminal Khusus dari 15.000 Deadweight Ton (DWT) menjadi 50.000 DWT. Peningkatan kapasitas ini dilakukan dengan membangun jetty trestle dan jetty platform baru yang terintegrasi dengan dermaga yang ada.
Fasilitas tambahan lainnya juga akan dibangun, seperti blending silo system, clinker silo system, dan dua cement silo system dengan kapasitas masing-masing. Untuk mendukung distribusi, proyek ini menyertakan pemasangan tube conveyor sepanjang 4,1 km serta tripper conveyor dan ship loader dengan kapasitas 1.000 ton per jam.
Dengan realisasi proyek ini, PT Semen Indonesia berharap dapat memperkuat jaringan distribusi global dan mengatasi tantangan di pasar semen yang terus berkembang.