Jackiecilley.com – Keberadaan wasit asing dalam babak semifinal IBL 2026 belum sepenuhnya menghilangkan sorotan terhadap kualitas keputusan yang diambil di lapangan. Semifinal yang berlangsung antara 6 hingga 15 Juni ini, selain menyuguhkan pertandingan ketat, juga memicu perbincangan mengenai beberapa keputusan perwasitan yang dianggap kontroversial.
Di pertandingan pertama antara Pelita Jaya Jakarta dan Dewa United Banten, perhatian tertuju pada momen terakhir, di mana terjadi kontak antara Troy Gillenwater dan Perrin Buford sebelum terciptanya poin penentu. Banyak yang mempertanyakan keputusan wasit yang tidak memberi pelanggaran meski kontak tersebut dianggap berpotensi sebagai offensive foul.
Selanjutnya, di gim kedua antara kedua tim, Pelatih Dewa United, Agustin Julbe Bosch, dikenakan technical foul di babak pertama tanpa adanya peringatan yang jelas sebelumnya. Keputusan ini kembali menarik perhatian publik, mengingat adanya ketidaksesuaian dalam penerapan aturan.
Dalam laga antara Satria Muda Bandung dan Bogor Hornbills, Pelatih Bogor Hornbills, Cesar Camara Perez, juga menerima technical foul yang menimbulkan keraguan di kalangan komentator mengenai dasar keputusan tersebut. Situasi lain yang menjadi sorotan adalah mengenai keselamatan pemain saat melakukan tembakan, apakah ruang pendaratan yang aman telah diperhatikan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Kendati kehadiran wasit asing diapresiasi, evaluasi dan transparansi dalam pengambilan keputusan tetap dianggap vital untuk menjaga integritas kompetisi. Menurut Ilham Patria, penting bagi IBL untuk mempertahankan kepercayaan semua pihak, termasuk pemain, pelatih, dan sponsor, agar kompetisi berjalan adil dan profesional. Menyikapi berbagai masalah ini, seluruh insan basket Indonesia mengharapkan standar perwasitan yang lebih baik agar kinerja tim dan pemain menjadi penentu utama dalam pertandingan.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/06/1781100028_4201cb36256d351d6c1e.jpg)