Site icon Jackiecilley.com

Selat Hormuz Tertutup, Stok Minyak Vietnam Dalam Bahaya

[original_title]

Jackiecilley.com – Penutupan Selat Hormuz akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran telah menyebabkan gangguan signifikan pada rantai pasok energi global. Dalam situasi ini, Petrovietnam Oil Corporation (PVOIL), perusahaan trading minyak milik negara Vietnam, mengajukan permohonan kepada Angkatan Laut Amerika Serikat untuk mengizinkan kapal tanker yang membawa minyak mentah asal Irak melewati blokade tersebut. Permohonan ini disampaikan menyusul berkurangnya stok bahan baku di Kilang Nghi Son Refinery (NSRP), yang merupakan salah satu pemasok utama bahan bakar di Vietnam.

Wakil Presiden PVOIL, Hoang Dinh Tung, menyatakan dalam surat yang dikirim pada 12 Mei bahwa muatan tersebut sangat penting bagi mendukung operasional kilang dan kebutuhan energi masyarakat Vietnam. Menurut laporan Reuters, kapal supertanker berbendera Malta, Agio Fanourios I, membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah Basra yang dijual oleh perusahaan minyak negara Irak, SOMO. Kapal itu keluar dari Selat Hormuz pada 10 Mei sebelum kembali ke Teluk Oman sehari kemudian.

Situasi ini diperparah oleh tindakan Komando Pusat Militer AS (CENTCOM), yang mengalihkan arah kapal sebagai bagian dari penegakan blokade terhadap Iran. Hingga kini, pihak militer AS belum memastikan apakah kapal tersebut akan diizinkan melanjutkan perjalanan ke Vietnam. PVOIL menegaskan bahwa muatan minyak mentah tersebut bukan berasal dari Iran, melainkan dari Irak, yang dimuat antara 10 hingga 14 April. Keterlambatan dalam pengiriman dapat mengancam kelangsungan operasi Kilang Nghi Son dan menyulitkan pemenuhan kebutuhan energi domestik di Vietnam.

Exit mobile version