Site icon Jackiecilley.com

Rupiah Menguat Jelang Akhir Pekan, Turun dari Rp18 Ribu per Dolar AS

[original_title]

Jackiecilley.com – Nilai tukar rupiah mengalami penguatan terhadap dolar AS pada akhir perdagangan Jumat, 17 Juli 2026, dengan peningkatan sebesar 65 poin atau sekitar 0,36%, mencapai level Rp17.921 per dolar AS. Penguatan ini diharapkan akan memberikan dampak positif bagi stabilitas ekonomi domestik.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa penguatan rupiah dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama terkait dengan ketegangan yang meningkat di Timur Tengah. Hal ini bertepatan dengan serangan baru Amerika Serikat terhadap Iran yang terjadi pada Kamis lalu, sehari setelah insiden yang merusak sebuah kapal tanker minyak di wilayah dekat terminal ekspor utama Iran.

Ibrahim menegaskan bahwa ketegangan ini telah memperpanjang konflik di kawasan tersebut dan menjaga harga minyak mentah tetap tinggi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa harga energi yang lebih mahal dapat memicu inflasi yang mengancam pemulihan ekonomi. Teheran pun merespons dengan melancarkan serangan melalui rudal dan drone ke pangkalan militer AS yang terletak di negara-negara tetangga.

Lebih lanjut, kepemimpinan Iran juga telah memperingatkan sekutu Houthi-nya agar bersiap menutup jalur pengiriman minyak melalui Laut Merah, jika AS melakukan serangan lebih lanjut terhadap infrastruktur di Iran. Situasi ini menciptakan ketidakpastian dalam pasokan minyak, yang dapat berakibat pada dinamika perdagangan global dan harga energi di masa depan.

Dengan adanya perkembangan ini, pelaku pasar akan terus memantau situasi di Timur Tengah serta dampaknya terhadap nilai tukar rupiah dan stabilitas ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Exit mobile version