Jackiecilley.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penurunan signifikan, menutup perdagangan pada Senin (11/5/2026) di level Rp17.414 per dolar AS. Penurunan ini tercatat mencapai 32 poin atau sekitar 18%.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa faktor utama yang memengaruhi pelemahan rupiah berasal dari kondisi geopolitik global. Pernyataan Presiden AS, Donald Trump, mengenai tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian AS disebutnya sebagai pemicu utama. Trump menyatakan bahwa tanggapan Iran dinilai “sama sekali tidak dapat diterima” dan hal ini meningkatkan risiko ketegangan di kawasan Teluk.
Kejadian ini terjadi setelah Trump menolak usulan balasan terbaru dari Teheran yang disampaikan melalui mediator Pakistan. Proposal awal dari AS meminta agar Iran menghentikan kegiatan pengayaan uranium selama 20 tahun, akan tetapi Iran menuntut pencabutan sanksi serta penghentian kehadiran militer AS di Selat Hormuz sebagai syarat balasan.
Perkembangan tersebut menambah ketidakpastian di pasar, memicu reaksi negatif di bursa dan melemahkan nilai tukar rupiah. Dalam konteks ini, perhatian pelaku pasar akan tertuju kepada perkembangan lebih lanjut terkait negosiasi antara AS dan Iran, serta dampaknya terhadap stabilitas ekonomi regional.
Secara keseluruhan, kondisi ini menunjukkan betapa sensitifnya nilai tukar rupiah terhadap perkembangan isu-isu geopolitik, yang berpotensi memengaruhi arahan kebijakan ekonomi di Indonesia ke depan.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/05/rupiah-kian-terpuruk-tersungkur-ke-rp17414-per-dolar-as-sore-ini-lnx.jpg)