Site icon Jackiecilley.com

RMI Sarankan Mitigasi Risiko untuk Pembiayaan Motor Listrik

[original_title]

Jackiecilley.com – Laporan terbaru dari RMI, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada transformasi sistem energi, merekomendasikan penguatan mitigasi risiko untuk meningkatkan pembiayaan sepeda motor listrik di Indonesia. Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan kendaraan listrik oleh industri multifinance mengalami kenaikan 34,7 persen secara tahunan menjadi Rp24,60 triliun per Juni 2026. Meski demikian, pertumbuhan ini menunjukkan bahwa pasar untuk seluruh segmen kendaraan listrik masih belum sepenuhnya matang.

Principal RMI, Wini Rizkiningayu, dalam keterangan resminya mengungkapkan bahwa laporan berjudul “Mobilizing Electric Two-Wheeler Finance in Indonesia” mengidentifikasi tiga risiko utama yang mempengaruhi lembaga pembiayaan, yakni risiko produk dan teknologi, nilai jual kembali kendaraan, serta ketidakpastian permintaan dan kebijakan. Oleh karena itu, RMI merekomendasikan empat intervensi untuk mengatasi risiko tersebut.

Intervensi pertama mencakup peningkatan mekanisme modal dan kredit untuk mengurangi risiko penyalur pinjaman. Kedua, dibutuhkan model bisnis inovatif untuk meningkatkan kelayakan pembiayaan motor listrik dengan menciptakan arus kas yang terprediksi. Ketiga, mekanisme perlindungan nilai aset perlu diperkuat untuk meningkatkan kepercayaan terhadap performa kendaraan. Terakhir, intervensi infrastruktur pasar diperlukan untuk membangun sistem informasi yang mendukung penilaian risiko kredit.

Wini juga menyoroti bahwa pembiayaan motor listrik masih terpusat pada beberapa perusahaan multifinance, dengan keterlibatan bank komersial yang terbatas. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia, Budi Setiyadi, menambahkan perlunya upaya meningkatkan kepercayaan dan transparansi produk sebagai langkah untuk memperluas akses pembiayaan motor listrik.

Pemerintah telah mencantumkan pembiayaan sebagai bagian dari program Motor Listrik Nasional, dengan target mencapai 13 juta unit motor listrik pada 2030, meskipun hingga kini baru tercatat sekitar 242.909 unit.

Exit mobile version