Site icon Jackiecilley.com

Prabowo Cita-citakan Indonesia Bebas Impor Minyak dan LPG dalam Tiga Tahun

[original_title]

Jackiecilley.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memastikan Indonesia tidak lagi mengimpor minyak dan LPG dalam tiga tahun mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan saat peluncuran program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) di Kabupaten Jembrana, Bali, pada hari Selasa.

Prabowo menyatakan, “Kita tidak boleh impor lagi satu barel pun minyak. Insya Allah dalam waktu sesingkat-singkatnya, satu tabung LPG pun kita tidak boleh impor lagi.” Ia menjelaskan bahwa kemandirian energi sangat penting untuk memperkuat kedaulatan nasional dan meminimalisir ketergantungan pada negara lain.

Untuk mencapai target itu, pembangunan PLTS 100 GW, bersama dengan proyek geotermal dan pengembangan ladang gas, akan menjadi fokus utama pemerintah. “Target kita adalah 100 gigawatt dalam tiga tahun,” ungkap Prabowo, menjelaskan bahwa kapasitas baru ini hampir setara dengan total kapasitas listrik nasional saat ini, yaitu 88 GW.

Pemerintah optimis bahwa pencapaian dalam energi terbarukan harus sejalan dengan peningkatan produksi migas domestik. Menurut Prabowo, dengan sumber daya yang ada, termasuk geothermal dan ladang gas, impor minyak bisa ditangguhkan sepenuhnya. “Kemandirian energi adalah fondasi penting bagi kedaulatan bangsa,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan jajaran Kabinet Merah Putih untuk bekerja dengan cepat dan efektif dalam pengelolaan kekayaan nasional demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Prabowo menunjukkan keyakinan bahwa pembangunan PLTS 100 GWp dapat diselesaikan bahkan dalam waktu kurang dari tiga tahun, memberikan harapan baru bagi kemandirian energi Indonesia.

Exit mobile version