Jackiecilley.com – Kontribusi subsektor fesyen di Kalimantan Timur (Kaltim) diperkirakan mencapai 0,47 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tahun 2025. Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyampaikan bahwa perputaran uang di sektor ekonomi kreatif tersebut diproyeksikan mencapai Rp2,79 miliar, naik dari Rp2,34 miliar pada tahun sebelumnya.
Pada 2024, subsektor fesyen memberikan sumbangan sebesar 0,41 persen terhadap PDRB Kaltim, yang pada saat itu diperkirakan mencapai Rp169,21 triliun. Ririn mengungkapkan bahwa terdapat beberapa aktivitas utama dalam subsektor fesyen yang berkontribusi signifikan, termasuk usaha penjahitan dan pembuatan pakaian yang ditargetkan memberikan kontribusi 0,22 persen pada 2025.
Dalam upaya lebih lanjut, pemerintah daerah berencana untuk memperkuat pengembangan subsektor fesyen bersama dengan sektor kreativitas lainnya, seperti kuliner dan kriya. Strategi ini mencakup peningkatan kapasitas produksi serta standarisasi kualitas melalui pembangunan pusat produksi berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di setiap kabupaten dan kota.
Ririn juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam sektor ekonomi kreatif. Langkah ini akan meliputi pengembangan talenta, pendanaan start-up digital, serta digitalisasi UMKM untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan efisiensi. Semua inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan subsektor fesyen dan sektor kreatif lainnya di provinsi tersebut, seiring dengan upaya untuk meningkatkan daya saing di pasar yang semakin modern.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/01/Dispar-Kaltim-2.jpeg)