Jackiecilley.com – Pertumbuhan investasi di pasar modal Indonesia diharapkan semakin kuat dengan adanya pencegahan praktik spekulatif dan manipulatif. Hal ini disampaikan oleh Prasasti Center for Policy Studies, yang menggarisbawahi pentingnya menjaga momentum pertumbuhan investasi agar tetap sehat.
Ilya Avianti, anggota Dewan Pengawas Prasasti Center, menilai maraknya investor ritel baru merupakan indikator positif. Namun, fenomena ini juga diiringi dengan meningkatnya risiko manipulasi harga saham, yang sering dikenal sebagai “saham gorengan.” Menurut Ilya, pasar yang sehat sebaiknya didasarkan pada nilai fundamental perusahaan, bukan pergerakan harga jangka pendek.
Untuk mencegah praktik manipulatif, Ilya mengusulkan beberapa langkah. Pertama, transparansi harus diperkuat, di mana emiten harus disiplin dalam menyampaikan laporan keuangan dan informasi penting dengan jelas. Kedua, pengawasan transaksi perlu lebih ketat guna mendeteksi pola-pola transaksi mencurigakan. Terakhir, edukasi investor sangat penting agar mereka dapat memahami laporan keuangan dan menilai prospek usaha, sehingga tidak mudah terjebak dalam investasi yang merugikan.
Ilya menambahkan, peran pelaku pasar, termasuk broker dan analis, juga krusial dalam mendorong budaya investasi yang berbasis data dan kinerja, bukan hanya sensasi harga. Prasasti merekomendasikan kombinasi antara transparansi, pengawasan, pendidikan, dan tanggung jawab dari pelaku pasar untuk menciptakan ekosistem pasar modal yang berfungsi optimal dan berkelanjutan sebagai sumber pembiayaan jangka panjang. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah investor, tetapi juga menciptakan lingkungan investasi yang lebih sehat dan berkelanjutan di Indonesia.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/01/IHSG-Ditutup-Melemah3a.jpg)