Jackiecilley.com – Sebanyak 12.994 penyintas banjir di Provinsi Aceh terpaksa menjalani puasa Ramadan 1447 H di tenda pengungsian akibat dampak bencana alam. Sudah memasuki bulan ketiga pascabencana, para pengungsi menghadapi kondisi yang memprihatinkan seperti kekurangan makanan, fasilitas tidur, dan perlengkapan sahur yang layak.
Banjir yang terjadi antara 24-27 November 2025 belum sepenuhnya pulih, meninggalkan banyak warga kehilangan mata pencaharian karena sawah dan kebun mereka terendam lumpur dan air bah. Selain itu, mereka harus menghadapi cuaca dingin yang menyulitkan saat malam hari serta serangan nyamuk yang mengganggu.
Untuk meringankan beban warga, perantau Aceh di Jakarta, yang dipimpin oleh Haji Nazaruddin, telah menyalurkan ratusan paket lebaran. Bantuan ini meliputi kain sarung, tikar, dan kelambu. Salah satu lokasi yang menjadi prioritas dalam penyaluran adalah Desa Lubuk Sidup di Kecamatan Sekrak, Kabupaten Aceh Tamiang, yang merupakan wilayah terdampak parah akibat banjir.
Nazaruddin menyatakan bahwa bantuan ini dibiayai melalui sumbangan para perantau Aceh dan donasi dari rekan-rekan di Pulau Jawa. Ia menekankan bahwa meskipun jauh dari kampung halaman, kepedulian kepada sesama tetap menjadi prioritas. Selain itu, bantuan ini juga merupakan gelombang ketiga, di mana sebelumnya mereka telah menyalurkan delapan unit sumur bor untuk mengatasi krisis air bersih di beberapa lokasi, termasuk pesantren.
Melalui bantuan yang diberikan, Nazaruddin berharap warga dapat merasa lebih nyaman di pengungsian serta memiliki sarana untuk menjalankan ibadah dengan baik selama bulan Ramadan. Dengan dukungan yang berkelanjutan, diharapkan penyintas dapat segera pulih dan kembali ke kehidupan normal.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/03/1773092791_a7b4712d4496d5ccbee1.jpg)