Site icon Jackiecilley.com

Pemprov Papua Barat Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla

[original_title]

Jackiecilley.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat telah memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk meningkatkan upaya penanganan dampak kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat. Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, menyatakan bahwa keputusan ini diambil karena kebakaran belum sepenuhnya teratasi dan kabut asap masih menyelimuti sejumlah daerah selama lebih dari seminggu.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan di Manokwari, Lakotani menjelaskan bahwa perpanjangan status tanggap darurat diperlukan untuk mengoptimalkan penanganan karhutla dengan melibatkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pemerintah pusat, aparat keamanan, dan sektor swasta. Rapat koordinasi juga telah diadakan bersama sejumlah instansi, seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kabut asap yang dihasilkan dari karhutla telah berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, terutama dalam rute transportasi udara, di mana jarak pandang mengalami penurunan drastis. Untuk mengatasi situasi ini, pemerintah kabupaten Kaimana dan Manokwari telah menerapkan kebijakan sekolah daring untuk mencegah peserta didik terpapar infeksi saluran pernapasan.

Data dari aplikasi SiPongi+ menunjukkan bahwa pada periode 1-6 Oktober 2026, tercatat 199 titik panas tersebar di beberapa wilayah, seperti Kaimana, Fakfak, dan Teluk Bintuni. BMKG juga memprediksi kualitas udara di Kaimana dan Teluk Bintuni akan berada pada kategori sangat tidak sehat selama 7-9 Oktober, dengan konsentrasi partikel halus PM2.5 melebihi ambang batas yang ditetapkan. Sementara itu, kualitas udara di daerah lainnya seperti Manokwari diprediksi tetap dalam kategori sedang.

Exit mobile version