Jackiecilley.com – Pemerintah Indonesia telah menyalurkan 12 unit ekskavator kepada Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penyaluran alat berat ini bertujuan untuk mempercepat proses rehabilitasi sarana dan prasarana perikanan budi daya yang mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi pada akhir tahun 2025.
Menurut Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Tb Haeru Rahayu, bantuan ini bukan sekadar dukungan alat berat, melainkan bagian integral dari upaya pemulihan aktivitas usaha pembudi daya di daerah terdampak. Ia menekankan pentingnya pemulihan yang cepat agar para pembudi daya dapat segera kembali berproduksi.
Ekskavator yang disalurkan akan digunakan untuk membersihkan material sisa bencana, merehabilitasi jaringan irigasi, serta memperbaiki tambak dan kolam yang terdampak. “Ketika infrastruktur seperti tambak dan saluran air pulih, harapan pembudi daya untuk kembali berproduksi juga akan meningkat,” jelas Haeru.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh, Syafrizal, menyambut positif inisiatif ini, mengingat bencana yang terjadi telah menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas perikanan di sejumlah kabupaten. Ia menambahkan bahwa ekskavator juga akan mendukung kesiapsiagaan daerah untuk menangani kerusakan infrastruktur di masa mendatang.
Di Kabupaten Bireuen, salah satu daerah yang terdampak, Kepala Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan, Muhammad Jafar, menyampaikan harapan agar pebaikan dilakukan lebih cepat. “Bantuan alat berat ini sangat penting mengingat banyak tambak yang rusak dan penyelesaian secara manual tidak memungkinkan,” ujarnya.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung secara simbolis dalam rapat koordinasi nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta pada 2 Juli. Pemerintah berharap dengan adanya alat ini, perekonomian daerah dapat segera pulih dan masyarakat budi daya dapat kembali berusaha.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-01-09-at-09.36.09.jpeg)