Jackiecilley.com – Pemerintah bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berkomitmen untuk memperluas akses masyarakat terhadap gas bumi melalui pengembangan jaringan gas bumi (jargas) di Gresik dan Sidoarjo, Jawa Timur. Langkah ini bertujuan untuk memastikan pasokan gas yang lebih aman, andal, dan berkelanjutan bagi sektor rumah tangga.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agung Kuswardono, mengungkapkan pentingnya pembangunan jargas sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan gas domestik dan mengurangi anggaran subsidi energi. Pada periode 2025-2026, sebanyak 119.379 sambungan rumah (SR) jargas akan dibangun di 15 kabupaten/kota, di mana 7.000 SR di antaranya akan berlokasi di Gresik dan Sidoarjo.
Kunjungan kerja yang dipimpin oleh Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, pada hari Senin, 21 September, dihadiri juga oleh Agung dan Direktur Infrastruktur PGN, Hery Murahmanta, dengan tujuan meninjau persiapan pengoperasian jaringan gas yang dibiayai oleh APBN.
Agung menambahkan, pengembangan ini sejalan dengan program prioritas pemerintah untuk swasembada energi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor LPG. Konektivitas jaringan transmisi, seperti Pipa Cirebon-Semarang, dianggap sebagai fondasi penting untuk mencapai tujuan ini.
PGN, yang telah melayani lebih dari 820 ribu pelanggan rumah tangga, mengungkapkan kesiapan untuk terus mendukung pengembangan infrastruktur gas bumi yang dibangun pemerintah. Dalam waktu dekat, pemerintah menargetkan massal pembangunan jargas untuk mencapai satu juta sambungan rumah hingga tahun 2028, guna memastikan masyarakat mendapatkan akses yang lebih baik terhadap energi domestik.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/09/1000197202.jpg)