Jackiecilley.com – Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, menjadi perhatian pemerintah yang memutuskan untuk memperkuat pemadaman menggunakan metode water bombing. Keputusan itu diambil setelah berdiskusi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai kondisi cuaca.
Menteri Kehutanan Raja Antoni menyatakan bahwa peluang untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam sepuluh hari ke depan sangat kecil. “Secara teknokratik, hampir mustahil ada OMC dalam sepuluh hari ini,” ungkapnya usai meninjau langsung lokasi kebakaran pada Senin, 10 Agustus 2026.
Sebagai respons terhadap situasi ini, strategi pemadaman akan berfokus pada dua pendekatan. Pertama, water bombing yang dilaksanakan dari udara, dan kedua, pengerahan pasukan darat yang berperan penting dalam pemadaman. Operasi ini akan dilakukan secara berkelanjutan hingga api benar-benar padam.
Menteri Raja Antoni menambahkan bahwa water bombing hari ini telah dilakukan sebanyak 30 kali, dan akan terus dilanjutkan sampai kondisi dinyatakan aman. “Kami akan menghentikan water bombing hanya setelah kebakaran benar-benar terkendali dan seluruh aktivitas dapat kembali berjalan,” tegasnya.
Kebakaran di kawasan Bromo diperkirakan menghanguskan area seluas 176,20 hektare. Dalam penanggulangan ini, pemerintah berkomitmen untuk menggunakan semua sumber daya yang ada demi memulihkan kondisi kawasan yang merupakan destinasi wisata penting tersebut. Penanganan kebakaran di kawasan ini pun terus dipantau agar dapat segera kembali berfungsi untuk masyarakat dan wisatawan.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/08/omc-terkendala-cuaca-water-booming-diperkuat-untuk-padamkan-kebakaran-gunung-bromo-btr.jpg)