Jackiecilley.com – PT MRT Jakarta (Perseroda) menetapkan target ambisius untuk mencapai 50 juta pelanggan pada tahun 2026. Direktur Utama Tuhiyat menyampaikan komitmennya dalam upaya meningkatkan pelayanan dan fasilitas transportasi publik saat merayakan peletakan batu pertama pembangunan pintu masuk Stasiun Harmoni Lin Utara-Selatan di Jakarta pada Selasa.
Dalam pernyataannya, Tuhiyat menargetkan peningkatan jumlah pelanggan harian dari 127 ribu menjadi 137 ribu, yang berpotensi mendekati 50 juta pelanggan per tahun. Target ini berlandaskan data yang menunjukkan total pelanggan pada 2025 mencapai 46,5 juta, dengan rata-rata 127 ribu pelanggan setiap hari.
Tuhiyat menjelaskan bahwa pembangunan MRT Fase 2 menjadi langkah penting untuk memperluas sistem transportasi massal yang menghubungkan pusat kota dengan sisi utara Jakarta. “Pembangunan ini merupakan bukti nyata komitmen kami kepada masyarakat,” ungkapnya. Progres pembangunan untuk proyek ini terukur, dengan CP202 mencapai 61 persen dan Stasiun Harmoni sendiri di angka 56 persen.
Pembangunan Stasiun Bundaran H-Monas ditargetkan selesai pada 2027, sedangkan Stasiun Harmoni-Kota diharapkan rampung pada 2029. JICA (Japan International Cooperation Agency) berperan sebagai salah satu penyandang dana melalui skema kerjasama tiga pihak, menyediakan anggaran sekitar Rp25,3 triliun untuk Fase 2A MRT Jakarta.
Fase 2A tidak hanya fokus pada infrastruktur Stasiun, tetapi juga mengembangkan kawasan sekitar dengan konsep kawasan berorientasi transit (TOD). Hal ini bertujuan untuk menciptakan sinergi antara fungsi transit dan ruang publik, guna meningkatkan akses serta daya angkut penumpang dalam transportasi publik.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/01/1000752023.jpg)