Site icon Jackiecilley.com

Mercedes Berpotensi Dilarang di AS Terkait Hubungan dengan China

[original_title]

Jackiecilley.com – Sebanyak tujuh dekade lalu, hubungan Mercedes-Benz dengan rezim Nazi Jerman menimbulkan keresahan di Amerika Serikat. Kini, perhatian beralih kepada koneksi perusahaan otomotif asal Jerman tersebut dengan China. Usulan baru dalam Senat AS, yang bertujuan mencegah perusahaan otomotif berhubungan dengan China beroperasi di pasar AS, menempatkan Mercedes dalam posisi yang terancam.

Langkah tersebut dipicu setelah Komite Perdagangan Senat menyetujui rancangan undang-undang yang berfokus pada pembatasan kepemilikan perusahaan otomotif China. Mercedes diketahui memiliki dua investor besar asal China, yaitu BAIC dan Li Shufu dari Geely, yang secara total menguasai hampir 20 persen saham. Hal ini berpotensi melanggar batas kepemilikan saham yang sedang dipertimbangkan, yakni 15 persen.

Meskipun terdapat risiko pelarangan, sejumlah anggota parlemen seperti Senator Ted Cruz memastikan bahwa tujuan pelarangan total untuk Mercedes-Benz tidak akan dipertimbangkan. Senator Bernie Moreno menambahkan bahwa Mercedes diberi waktu hingga 2030 untuk menangani masalah kepemilikan saham, membuka peluang untuk pengecualian yang dapat menghindarkan dealer mereka dari penutupan.

Ketegangan ini mencerminkan upaya agresif AS untuk mengurangi ketergantungan pada China dalam industri otomotif. Di bawah kebijakan pemerintah Biden, penggunaan perangkat lunak dan perangkat keras asal China pada kendaraan baru akan dilarang dalam beberapa tahun ke depan, dengan kekhawatiran tentang keamanan nasional terkait data kendaraan.

Industri otomotif kini berlomba untuk menyesuaikan diri. Supplier berusaha mengganti komponen dari China, sementara biaya produksi bisa meningkat hingga 15 persen akibat peralihan ini. Sekalipun situasi ini menantang, banyak yang berharap untuk tetap menjaga kehadiran Mercedes di pasar AS.

Exit mobile version