Jackiecilley.com – Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Howard Lutnick, berkomitmen untuk memberikan kesaksian di depan panel kongres terkait penyelidikan skandal Jeffrey Epstein. Keputusan tersebut diumumkan oleh Ketua Komite Pengawasan DPR AS, James Comer, pada hari Selasa lalu. Lutnick, yang dikenal sebagai arsitek kebijakan tarif global di era pemerintahan Donald Trump, akan menjalani wawancara transkripsi sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung.
Langkah ini diambil setelah terungkapnya dokumen investigasi dari Departemen Kehakiman AS yang menunjukkan bahwa Lutnick memiliki hubungan lebih lama dengan Epstein daripada yang diakuinya. Sebelumnya, Lutnick mengklaim telah memutus hubungan dengan Epstein pada tahun 2005. Namun, dokumen baru mengungkapkan bahwa Lutnick mengunjungi pulau pribadi Epstein di Karibia pada 23 Desember 2012, jauh setelah Epstein dihukum atas kejahatan seksual.
Bukti yang terungkap termasuk surel dari istri Lutnick, Allison, yang mengungkapkan antusiasmenya untuk berkunjung ke pulau tersebut. Meski hingga kini tidak ada tuduhan hukum yang diajukan terhadap Lutnick, penemuan ini memicu desakan agar ia mundur dari jabatannya.
Kesediaan Lutnick untuk bersaksi muncul setelah mantan Presiden Bill Clinton dan mantan Sekretaris Negara Hillary Clinton memberikan kesaksian dalam penyelidikan yang sama. Keduanya menekankan bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan mengenai kejahatan Epstein dan telah memutuskan hubungan sebelum vonis pada tahun 2008.
James Comer memberikan apresiasi terhadap sikap kooperatif Lutnick, menjelaskan bahwa keterlibatannya penting untuk mencapai transparansi. Komite Pengawasan juga memanggil tujuh tokoh terkemuka lainnya, termasuk Bill Gates dan mantan asisten utama Clinton, untuk memberikan keterangan sehubungan dengan penyelidikan mendalam yang menelusuri lebih dari 3,5 juta dokumen terkait jaringan Epstein. Hingga kini, tanggal kesaksian Lutnick belum diumumkan secara resmi.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/03/1772589208_2b1ab5ef5777e088816b.jpg)