Jackiecilley.com – Program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) mencatatkan transaksi mencapai 251 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp4,49 triliun selama semester I tahun 2026. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa 60 hingga 70 persen pelaku usaha yang terlibat dalam program ini merupakan UMKM yang sebelumnya belum pernah melakukan ekspor.
Dalam peluncuran Program Akselerasi Produk Lokal di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Budi menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk membantu pelaku usaha memperoleh akses ke pasar internasional. Melalui jaringan 46 perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara, pelaku UMKM dapat mempresentasikan produknya kepada Atase Perdagangan serta Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), yang akan membantu mencarikan calon pembeli.
Budi menambahkan bahwa, dengan presentasi kepada perwakilan perdagangan di luar negeri, pelaku UMKM dapat melanjutkan proses penjajakan bisnis sehingga peluang untuk transaksi ekspor semakin terbuka lebar. Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025, program ini hanya memfasilitasi 1.217 pelaku usaha dengan nilai transaksi mencapai 134,87 juta dolar AS.
Melihat hasil tersebut, Budi menyatakan optimisme bahwa nilai transaksi UMKM BISA Ekspor bisa mencapai sekitar 300 juta dolar AS atau Rp5,36 triliun pada akhir tahun ini. Selain itu, pemanfaatan platform perdagangan elektronik diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar bagi UMKM, yang berpotensi bertransaksi dengan konsumen di negara lain dan sehingga mendorong pertumbuhan transaksi bisnis. Dengan demikian, dukungan dari jaringan perwakilan perdagangan di luar negeri diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/08/1000180496.jpg)