Site icon Jackiecilley.com

Menaker Minta BPVP Evaluasi Keberhasilan Pelatihan Alumni

[original_title]

Jackiecilley.com – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menggarisbawahi pentingnya mengukur keberhasilan pelatihan vokasi berdasarkan tingkat penyerapan alumni di pasar kerja, bukan hanya berdasarkan jumlah peserta yang dilatih. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta pada hari Selasa, di mana ia menekankan perlunya perubahan cara pandang di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) seluruh Indonesia untuk menghadapi tantangan ketenagakerjaan dan mengurangi angka pengangguran di kalangan lulusan.

Yassierli mencatat bahwa target utama haruslah berfokus pada seberapa banyak lulusan yang berhasil mendapatkan pekerjaan setelah mengikuti pelatihan. Untuk mendukung hal ini, Kementerian Ketenagakerjaan telah meluncurkan berbagai program, termasuk Program Pelatihan Vokasi Nasional dan Program Magang Nasional (MagangHub) yang ditujukan untuk lulusan baru perguruan tinggi.

Selain itu, kementerian juga berencana mendirikan Pusat Pelatihan Khusus Disabilitas di Bekasi guna memberikan akses dan peluang kerja lebih besar bagi penyandang disabilitas. Dalam kesempatan tersebut, Yassierli juga mengingatkan BPVP untuk melihat peran mereka sebagai perwakilan pemerintah di daerah, sekaligus mendukung program-program kementerian dan pemerintah pusat lainnya.

Yassierli menyampaikan empat pilar budaya kerja yang harus diterapkan di BPVP, termasuk persatuan dalam langkah, penguatan peran individu, organisasi yang lincah dan adaptif, serta keberanian untuk mengungkapkan kebenaran. Ia menekankan pentingnya integritas, inovasi, dan pengembangan kapasitas instruktur untuk menciptakan lingkungan pelatihan yang mendukung pertumbuhan peserta. Transformasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan dan meningkatkan daya saing dalam pasar kerja.

Exit mobile version