Jackiecilley.com – PT Mandiri Sekuritas memproyeksikan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mencapai angka 6.810 pada akhir tahun 2026. Proyeksi ini muncul di tengah harapan optimistis bahwa IHSG bisa menguat hingga 7.470 jika terjadi penurunan dalam tingkat imbal hasil bebas risiko ekuitas.
Kresna Hutabarat, yang menjabat sebagai Head of Equity Research di Mandiri Sekuritas, menyampaikan analisis ini dalam Mandiri Macro & Market Brief Q3 2026 secara virtual dari Jakarta. Kresna menjelaskan bahwa proyeksi IHSG hingga akhir 2026 mencerminkan asumsi yang lebih baik terkait nilai ekuitas, mendorong optimisme menuju angka 7.500.
Selain IHSG, Kresna juga mencermati pergerakan indeks IDX80 yang terdiri dari 80 saham dengan likuiditas tinggi. Indeks ini diprediksi akan mengalami kenaikan 8-10 persen dari posisi saat ini, mencapai level 107,2 dalam skenario dasar dan 122,1 dalam skenario optimistis, berkat pertumbuhan laba per saham yang stabil.
Riset Mandiri Sekuritas mencatat empat faktor penentu yang dapat mempengaruhi pasar saham domestik. Pertama, nilai pasar saham kini berada dalam kondisi diskon signifikan akibat risiko makro global yang dihadapi. Kedua, industri komoditas dan hilirisasi yang menunjukkan kinerja positif. Ketiga, kebijakan fiskal yang mendukung dan stabilitas nilai tukar rupiah. Terakhir, reformasi industri berbasis negara yang bertujuan meningkatkan ketahanan ekonomis.
Sektor-sektor seperti emas, tembaga, nikel, energi, serta keuangan dipandang memiliki potensi kinerja yang baik di pasar modal mendatang. Melalui proyeksi ini, Mandiri Sekuritas berharap untuk menarik perhatian investor dalam mengidentifikasi peluang di pasar yang kompleks ini.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/09/kresna.jpg)