Jackiecilley.com – Dinas Pertanian (Distan) Kota Semarang, Jawa Tengah, mengimbau panitia kurban agar menerapkan standar penyembelihan hewan dan pengolahan daging yang sesuai dengan prinsip ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Hal ini disampaikan untuk memastikan bahwa pelaksanaan ibadah kurban tidak hanya menjunjung tinggi aspek keagamaan, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan keselamatan lingkungan.
Dalam kegiatan yang sering dilaksanakan setiap tahun ini, Dinas Pertanian menekankan pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. Limbah dari proses kurban, seperti sisa-sisa daging dan kotoran, harus dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang ramah lingkungan di tengah perayaan kurban yang biasa dilakukan oleh masyarakat.
Kegiatan ini direncanakan berlangsung pada tanggal tertentu yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Dinas Pertanian berharap bahwa setiap panitia kurban akan mematuhi pedoman yang telah disusun untuk memastikan keamanan dan kebersihan tidak hanya bagi masyarakat yang menggunakan daging kurban, tetapi juga bagi lingkungan sekitar.
Pengelolaan yang baik dalam penyembelihan hewan kurban dan pemrosesan daging diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap praktik-praktik yang dilakukan. Dengan adanya langkah-langkah ini, Distan Kota Semarang berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara ibadah dan kelestarian lingkungan, sehingga perayaan kurban dapat dilakukan dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/05/AB_AGAR-KURBAN-DI-SEMARANG-LEBIH-RAMAH-LINGKUNGAN.jpg)