Jackiecilley.com – Kesepakatan pengelolaan Selat Hormuz antara Iran dan Oman diperkirakan akan mengangkat harga emas dunia dalam waktu dekat. Pengamat ekonomi, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa perubahan ini berpotensi mendorong kenaikan harga emas global, seiring dengan adanya kerjasama baru dalam manajemen selat strategis tersebut.
Ibrahim menuturkan bahwa harga emas diprediksi akan berada di kisaran US$4.151 per troy ons, dengan resistance hingga US$4.493 dalam seminggu ke depan. Pada hari Senin mendatang, transaksi emas dunia diharapkan menguat, dengan support di US$4.279 dan resistance di US$4.405 per troy ons.
Lebih lanjut, logam mulia di Indonesia diperkirakan berada di level Rp2.550.000 per gram, dengan resistance di Rp2.820.000. Ibrahim juga mencatat bahwa logam mulia pada hari Senin akan ditransaksikan di level support Rp2.670.000 dan resistance Rp2.710.000 per gram.
Ibrahim mencatat bahwa fluktuasi harga emas dan logam mulia ini dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah, terutama potensi kesepakatan antara Iran dan Oman terkait pengendalian Selat Hormuz. Ia menyoroti bahwa jika perjanjian ini terwujud dan situasi di kawasan tetap stabil, harga emas bisa mencapai US$5.000 per troy ons pada kuartal ketiga tahun ini.
Selain itu, Ibrahim menegaskan bahwa dalam kondisi aman, para investor cenderung beralih dari dolar dan minyak mentah ke emas sebagai aset aman. Hal ini menciptakan optimisme bagi pasar, terutama terkait penguatan harga logam mulia, yang diprediksi akan melampaui Rp3 juta per gram jika target emas tercapai. Ini menandai awal yang menjanjikan bagi pasar emas global.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/08/1786243690_3778a4073c46fd6098cb.png)