Jackiecilley.com – Letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) mengakibatkan getaran yang dirasakan warga di Kecamatan Labuan dan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Sabtu, 5 September 2026, sekitar pukul 05.30 WIB. Walaupun getaran tersebut tergolong ringan, sejumlah penduduk merasa khawatir dan memilih untuk keluar rumah, mengantisipasi kemungkinan bencana susulan.
Seorang warga Labuan, Mudopar, menjelaskan bahwa getaran tersebut terasa seperti goyangan ringan, namun berbeda dengan getaran gempa bumi. Ia mengungkapkan, “Sekitar jam setengah enam pagi ada sedikit goyangan, tetapi tidak terasa seperti gempa.” Menurutnya, getaran tersebut menyebabkan berbagai benda di dalam rumah bergerak, termasuk gorden dan kabel yang menjuntai, serta plafon dan jendela yang juga bergetar.
Kepanikan warga disebabkan oleh kekhawatiran akan keadaan yang lebih buruk, meskipun BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. Mereka menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang sering terjadi di kawasan tersebut.
Christian Sugiono, seorang ahli geologi, menjelaskan bahwa Gunung Anak Krakatau merupakan gunung berapi yang aktif dan memiliki sejarah erupsi. Ia merekomendasikan agar warga tetap mengikuti informasi terbaru dari pihak berwenang mengenai perkembangan situasi.
Dengan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung, perhatian dan kewaspadaan masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau sangat penting untuk mengantisipasi kemungkinan bencana yang lebih besar di masa mendatang.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/09/penampakan-letusan-gunung-anak-krakatau-hingga-cerita-kepanikan-warga-sdl.jpg)