Jackiecilley.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil) berupaya memperkuat kerja sama kawasan perbatasan dengan Malaysia di Provinsi Kepulauan Riau. Inisiatif ini terlihat dalam Persidangan Ke-22 Kelompok Kerja Sosek Malindo yang berlangsung di Batam dari tanggal 22 hingga 25 Juni 2026. Forum ini mempertemukan delegasi kedua negara untuk mendiskusikan agenda pembangunan sosial dan ekonomi di wilayah perbatasan.
Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara, Amran, menegaskan bahwa forum ini menjadi momentum yang krusial untuk mempercepat implementasi hasil dari persidangan sebelumnya yang dilaksanakan di Bandung. Ia menjelaskan bahwa hasil persidangan ini harus dapat diwujudkan dalam bentuk kesepakatan konkret yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di kawasan perbatasan.
Dalam sidang tersebut, Ditjen Bina Adwil juga memperkenalkan sistem bernama Border Integrated Decision and Governance Engine System (BRIDGE SYSTEM) untuk mengelola informasi yang mengintegrasikan data dan rencana aksi hasil kesepakatan Sosek Malindo dari tingkat daerah hingga nasional. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemantauan dan evaluasi kerja sama bilateral.
Selain itu, persidangan juga membahas langkah-langkah untuk mempercepat pembukaan jalur laut RoRo Batam-Johor, yang dinilai dapat meningkatkan konektivitas dan aktivitas ekonomi. Meskipun infrastruktur pendukung sudah ada, realisasi jalur tersebut memerlukan penyelarasan regulasi dan koordinasi antarkementerian di kedua negara.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau optimistis bahwa pembahasan terkait jalur RoRo akan maju, yang diyakini akan mendukung pertumbuhan ekonomi serta daya saing kawasan perbatasan Indonesia dan Malaysia.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/07/1782905103_6cac3694f287cf112910.png)