Jackiecilley.com – Hampir dua juta orang di Israel hidup di bawah garis kemiskinan, termasuk sekitar 880.000 anak-anak, berdasarkan laporan terbaru yang dirilis oleh Institut Asuransi Nasional. Data ini, yang mencolok pada Jumat lalu, menggambarkan krisis sosial yang mendalam yang melanda negara itu, di tengah pertikaian yang berkepanjangan, peningkatan biaya hidup, dan pelambatan ekonomi.
Laporan Kemiskinan Israel 2024 mencatat bahwa populasi Israel kini melebihi 10 juta jiwa, di mana sekitar 21% di antaranya adalah warga Palestina. Angka kemiskinan yang disajikan menunjukkan bahwa lebih dari satu dari empat anak di negara tersebut mengalami kesulitan finansial. Selain itu, proyeksi menunjukkan kemiskinan anak meningkat menjadi 28% pada tahun ini, naik dari 27,6% pada tahun sebelumnya.
Lebih dari 900.000 anak dilaporkan menghadapi kerawanan pangan, situasi yang dirasakan di berbagai lapisan masyarakat. Institut Asuransi Nasional menyatakan bahwa kondisi ekonomi anak-anak di Israel terus memburuk akibat dampak perang yang berkepanjangan dan biaya hidup yang semakin tinggi.
Sejumlah warga Israel berkumpul di Lapangan Habima, Tel Aviv pada 17 Januari lalu, menyuarakan protes terhadap kebijakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pemerintah saat ini. Protes ini mencerminkan rasa ketidakpuasan masyarakat yang semakin mendalam terhadap situasi yang mereka hadapi, terutama berkaitan dengan masalah kemiskinan dan kesejahteraan anak.
Krisis ini menjadi sorotan penting bagi pemerintah dan masyarakat, yang dituntut untuk mencari solusi yang efektif dalam menangani tuntutan sosial yang semakin mendesak.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/01/nomor-2-di-dunia-2-juta-orang-di-israel-hidup-di-bawah-garis-kemiskinan-ady.jpg)