Jackiecilley.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus meluas dan kini mencapai luas 745,5 hektare. Kebakaran ini berpusat di lahan gambut di wilayah perbatasan dan pesisir, yang berpotensi menimbulkan kabut asap di Kota Pekanbaru.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Sumatra, Ferdian Krisnanto, menjelaskan bahwa upaya pemadaman karhutla masih berlangsung untuk mencegah perluasan kebakaran. Menurutnya, angin yang bertiup dari utara ke selatan menyebabkan asap dari lokasi kebakaran mengarah ke Pekanbaru. Hingga saat ini, tim memantau delapan lokasi kebakaran, termasuk Desa Karya Indah dan Pulau Muda, dengan berbagai status lahan, mulai dari hutan lindung hingga areal peruntukkan lain.
Ferdian menyebutkan, kebakaran terjadi akibat kombinasi faktor, termasuk aktivitas pembersihan lahan oleh masyarakat dan pengaruh cuaca. Kondisi yang tidak menguntungkan, seperti hampir 20 hari tanpa hujan, menyulitkan upaya pemadaman. Dehidrasi tanah mengakibatkan peningkatan risiko kebakaran, terutama di daerah pesisir Riau.
Kendala yang dihadapi di lapangan termasuk berkurangnya sumber air, sulitnya akses ke lokasi kebakaran, dan bahan bakar yang kering. Beberapa petugas pemadam bahkan harus menginap di lokasi kebakaran untuk memaksimalkan upaya pemadaman. Tim Manggala Agni juga telah mengadakan rapat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk menetapkan status Siaga Darurat di sejumlah kabupaten, salah satunya di Pelalawan dan Bengkalis.
Melihat situasi ini, tindakan cepat dan kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam menangani karhutla yang terus meluas di Riau.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/02/1770991658_05efe07b28c4876ca353.jpeg)