Jackiecilley.com – Imam Masjid Al-Aqsa, Syekh Mohammed al-Abbasi, ditangkap oleh pasukan Israel pada Senin malam di halaman masjid yang terletak di Yerusalem yang diduduki. Penangkapan ini dilaporkan oleh kantor berita Palestina, WAFA, yang mengindikasikan bahwa Syekh al-Abbasi ditahan tanpa alasan yang jelas. Kejadian ini mencerminkan situasi yang semakin tegang terkait Masjid Al-Aqsa, terutama dengan meningkatnya tindakan pembatasan oleh otoritas Israel terhadap imam, penceramah, dan jamaah.
Sebelum penangkapan, otoritas Israel telah melarang Syekh al-Abbasi masuk ke kompleks masjid selama satu minggu, dengan kemungkinan perpanjangan perintah tersebut. Tidak adanya alasan yang diberikan untuk pelarangan ini membuat Syekh al-Abbasi merasa sangat kecewa, terutama karena ia baru saja kembali menjalankan tugasnya setelah pulih dari kecelakaan mobil serius.
Situasi di Masjid Al-Aqsa semakin memanas menjelang bulan suci Ramadan, di mana ratusan ribu warga Palestina dipastikan akan berkumpul di sana untuk beribadah. Pembatasan akses terhadap jamaah dan serangan yang dilakukan oleh pemukim di bawah perlindungan polisi Israel semakin memperburuk keadaan. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan Israel terhadap lokasi suci ini terus meningkat, menciptakan ketegangan yang tinggi di kalangan masyarakat Palestina.
Dengan kondisi yang semakin tidak menentu, banyak pihak berharap untuk adanya dialog dan penyelesaian yang damai dalam konteks penghormatan terhadap tempat ibadah dan hak-hak umat beragama. Penangkapan Syekh al-Abbasi menambah daftar panjang insiden yang menyoroti kompleksitas situasi di Yerusalem.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/02/israel-tangkap-imam-masjid-alaqsa-jelang-ramadan-nef.jpg)