Site icon Jackiecilley.com

Iran Siap Serang Militer AS Jika Trump Campur Tangan Dalam Demonstrasi

[original_title]

Jackiecilley.com – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat setelah ancaman dari Presiden Donald Trump terkait demonstrasi berdarah yang tengah berlangsung di Iran. Pejabat tinggi Teheran memperingatkan bahwa semua pangkalan dan pasukan militer AS di kawasan Timur Tengah akan menjadi target jika Washington mencampuri urusan dalam negeri mereka.

Ketegangan ini dimulai dari pernyataan Trump melalui media sosial pada hari Jumat lalu, di mana ia memperingatkan Iran untuk menghentikan tindakan kekerasan terhadap demonstran damai. Dalam tulisannya, Trump menekankan kesiapan AS untuk bertindak menyelamatkan para demonstran tersebut.

Menanggapi pernyataan Trump, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa militer Iran siap untuk membalas setiap tindakan intervensi. Selain itu, Ali Shamkhani, penasihat Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, menekankan bahwa setiap ancaman terhadap keamanan Iran akan ditanggapi secara tegas.

Gelombang demonstrasi yang dimulai karena masalah ekonomi dan penurunan nilai mata uang Rial telah menimbulkan korban jiwa. Di kota Azna, tiga orang dilaporkan tewas setelah pengunjuk rasa menyerang sebuah kantor polisi. Dalam insiden tersebut, aparat menuduh adanya “perusuh bersenjata” yang memanfaatkan situasi kacau.

Demonstrasi yang masih berlangsung di Teheran dan kota-kota lainnya mencerminkan ketidakpuasan mendalam masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan kebebasan sipil. Direktur Proyek Iran di International Crisis Group, Ali Vaez, menilai bahwa ancaman dari AS bisa berpotensi memicu konflik yang lebih luas, dan jika tidak ditindaklanjuti, dapat menguatkan rezim Iran. Protes kali ini merupakan yang terbesar sejak kerusuhan nasional tahun lalu, yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini.

Exit mobile version