Jackiecilley.com – Iran menolak tawaran gencatan senjata yang diusulkan oleh Amerika Serikat, dengan alasan bahwa gencatan senjata tersebut dapat dijadikan kesempatan bagi musuh untuk melakukan serangan lebih lanjut. Dalam konferensi pers pada Senin lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengungkapkan ketidakpuasan terhadap usulan yang terdiri dari 15 poin tersebut. Usulan ini diklaim bertujuan untuk mengakhiri agresi yang dilakukan oleh AS terhadap Iran sejak 28 Februari.
Baghaei menekankan bahwa proposal tersebut mencakup permintaan bagi Iran untuk menghentikan kegiatan nuklir damai, membatasi program rudal pertahanan, serta membuka Selat Hormuz yang strategis. Iran dengan tegas menolak dua tuntutan pertama dan menyatakan bahwa mereka tidak akan menerima janji gencatan senjata sepihak yang dianggap tidak terjamin.
Negara tersebut juga memprotes kerusakan infrastruktur yang diakibatkan oleh serangan dari pihak agresor dan meminta kompensasi atas kerugian tersebut. Baghaei menyebut tuntutan Amerika sebagai “sangat berlebihan dan tidak logis”, menandakan ketegangan yang masih tinggi antara kedua negara.
Pernyataan ini mencerminkan posisi Iran yang ingin mengakhiri agresi tanpa memberikan ruang bagi musuh untuk kembali beraksi. Sementara itu, situasi di kawasan tetap tegang menyusul meningkatnya provokasi dari pihak asing. Penolakan Iran terhadap tawaran gencatan senjata ini menjadi indikator bahwa diplomasi masih memerlukan upaya lebih lanjut untuk mencapai kesepakatan yang konstruktif bagi kedua belah pihak.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/04/tak-mau-terjebak-dengan-tipu-muslihat-as-dan-israel-iran-tolak-tawaran-gencatan-senjata-csf.jpg)