Jackiecilley.com – Indonesia berkomitmen untuk memperkuat kerjasama industri dengan Tiongkok dalam rangka meningkatkan transfer teknologi dan kapasitas industri nasional. Dalam hal ini, pemerintah mengarahkan investasi dari Tiongkok ke kawasan ekonomi khusus (KEK) sebagai upaya untuk membangun ekosistem industri yang lebih baik. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Ali Murtopo Simbolon, menjelaskan bahwa Indonesia menawarkan lingkungan yang aman bagi kolaborasi akademik dan industri, sambil menegaskan pentingnya Tsinghua Southeast Asia Center (TSEA) sebagai jembatan antara Tiongkok, Asia Tenggara, dan dunia.
Saat ini, Indonesia memiliki 25 KEK dengan total luas sekitar 23.797,88 hektare. BEberapa di antaranya telah mencatat investasi kumulatif mencapai 20,7 miliar dolar AS, melibatkan 481 badan usaha dan menciptakan lebih dari 283 ribu lapangan kerja. Menariknya, 97 perusahaan atau sekitar 20 persen dari total tersebut berasal dari Tiongkok pada triwulan kedua tahun 2026.
Ali juga menyoroti inisiatif Two Countries Twin Parks (TCTP) yang bertujuan untuk memfasilitasi kerjasama antara pasar Indonesia dan potensi investasi Tiongkok. Salah satu KEK yang menjadi fokus adalah KEK Kura-Kura Bali. Kawasan ini dirancang untuk mengembangkan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI), riset digital, semikonduktor, dan teknologi kuantum, serta menghubungkan dunia akademik dengan industri.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menekankan pentingnya kolaborasi antara universitas, ilmuwan, dan pelaku bisnis untuk menjadikan KEK Kura-Kura Bali sebagai pusat inovasi masa depan. Dia menjelaskan bahwa investasi kumulatif di KEK Kura-Kura Bali hingga semester pertama 2026 mencapai Rp1,8 triliun, yang telah menciptakan 2.173 lapangan kerja dan 131.657 kunjungan. Ke depan, Kura-Kura Bali akan mengembangkan berbagai program di bidang AI dan ekonomi digital.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_1029.jpeg)