Jackiecilley.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pelemahan pada Jumat pagi, tercatat turun sebanyak 97,47 poin atau 1,08 persen, yang membuat posisinya berada di angka 8.894,70. Penurunan ini juga diikuti oleh indeks LQ45, yang terdiri dari 45 saham unggulan, yang turun sebesar 8,52 poin atau 0,97 persen menjadi 866,58.
Pelemahan IHSG tersebut menunjukkan pengaruh dari sejumlah faktor eksternal dan internal yang memengaruhi pergerakan pasar. Para analis mencatat bahwa sentimen global yang tidak stabil, termasuk data ekonomi dari negara-negara besar, menjadi salah satu pendorong utama di balik pergerakan negatif ini. Selain itu, keperluan investor untuk melakukan konsolidasi setelah periode kenaikan sebelumnya juga berkontribusi terhadap penurunan yang terjadi pada bursa.
Panjang penurunan ini terjadi di tengah keprihatinan seputar inflasi dan langkah kebijakan moneter yang dapat memengaruhi likuiditas pasar. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor tetap berhati-hati dalam merespons kondisi pasar yang fluktuatif.
Sementara itu, pelaku pasar dianjurkan untuk tetap melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi. Memperhatikan faktor fundamental dari emiten dan pergerakan saham yang lebih luas dinilai penting untuk menavigasi periode ketidakpastian ini. Saat ini, perhatian pasar akan tertuju pada pengumuman data ekonomi selanjutnya yang dapat memberikan arah baru bagi IHSG.
Dengan situasi yang ada, banyak analis memperkirakan bahwa IHSG mungkin akan terus berfluktuasi tergantung pada perkembangan ekonomi domestik dan global dalam waktu dekat.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/01/IHSG-Ditutup-Melemah-271025-hma-02.jpg)