Site icon Jackiecilley.com

IHSG Ditutup Menguat Tipis ke 6.177 di Tengah Sentimen Global

[original_title]

Jackiecilley.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Jumat sore mengalami penguatan tipis. IHSG ditutup naik 4,80 poin atau 0,08 persen ke level 6.177,14, meski diwarnai oleh sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri.

Kelompok saham unggulan yang terdaftar dalam indeks LQ45 justru mengalami penurunan, dengan penurunan sebesar 7,52 poin atau 1,22 persen hingga mencapai angka 609,40. Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment di Pilarmas Investindo Sekuritas, menyatakan bahwa penguatan IHSG terbatas oleh peringatan terbaru dari MSCI, yang mengekspresikan kekhawatiran terkait visibilitas dalam kepemilikan saham dan tanda-tanda perilaku perdagangan yang terkoordinasi.

MSCI menyoroti masalah di pasar modal Indonesia, terutama dalam aspek tata kelola perusahaan dan transparansi informasi. Peringkat mengenai arus informasi mengalami penurunan, yang mencemaskan investor global mengenai risiko investasi di Indonesia. Pada 24 Juni 2026 mendatang, MSCI dijadwalkan untuk mengumumkan hasil dari Annual Market Classification Review, yang dapat memiliki dampak signifikan bagi persepsi pasar.

Di sisi internasional, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mengalami penurunan setelah perjanjian damai sementara. Hal ini berdampak positif ke pasar, terutama menurunkan harga minyak global. Di lain pihak, kekhawatiran mengenai kebijakan moneter yang ketat dari Federal Reserve menjadi sorotan para investor, seiring dengan sinyal hawkish yang mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga di akhir tahun.

Selama perdagangan Jumat, frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,71 juta kali dengan total nilai transaksi mencapai Rp26,49 triliun. Sementara itu, indeks-indeks regional menunjukkan pergerakan yang bervariasi, dengan indeks Nikkei menguat dan indeks Strait Times mengalami penurunan.

Exit mobile version