Jackiecilley.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat diperkirakan akan mengalami pergerakan volatil. Hal ini dipicu oleh sirkulasi sentimen yang berkembang baik di dalam negeri maupun global. Pada perdagangan pagi, IHSG dibuka menguat 6,71 poin atau 0,11 persen ke level 5.846,49, di mana Indeks LQ45 justru menunjukkan penurunan sebesar 1,38 poin atau 0,24 persen menjadi 579,54.
Liza Camelia Suryanata, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas, menjelaskan bahwa selama IHSG dapat bertahan di atas area 5.600 hingga 5.644, peluang untuk menguat menuju 6.000 hingga 6.230 masih terbuka. Namun, jika nilai tersebut kembali ditembus, potensi pelemahan ke area 5.500 perlu diwaspadai. Dari luar negeri, sentimen investor mulai membaik setelah harga minyak mengalami penurunan yang signifikan, sehingga mengurangi tekanan inflasi jangka pendek.
Saat ini, harga minyak mentah Brent tercatat berada di 95,62 dolar AS per barel, sementara WTI di 93,30 dolar AS per barel. Selain itu, pemerintah AS menegaskan akan mempertahankan batas tarif dalam perjanjian dagang dengan Uni Eropa dan Jepang, meskipun menjanjikan investigasi terkait dugaan praktik kerja paksa yang dapat berujung pada tarif tambahan.
Di dalam negeri, upaya pemerintah dan DPR untuk membentuk Indonesia International Financial Center (IIFC) melalui revisi UU P2SK bertujuan untuk meningkatkan daya saing sektor keuangan dan menarik investasi global. IIFC diharapkan menjadi pusat aktivitas jasa keuangan yang menawarkan berbagai insentif bagi investor.
Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan perubahan fokus Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul pemangkasan anggaran untuk tahun 2026, yang diarahkan pada peningkatan operasional serta jangkauan program. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat terjaga melalui pendanaan alternatif.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/06/IHSG6.jpg)