Jackiecilley.com – Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Kontrol kesehatan menjadi lebih mudah diakses, terutama bagi warga yang tinggal di daerah terpencil. Salah satu contoh nyata adalah Retno, warga Desa Kapulogo, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, yang harus menempuh perjalanan 36 kilometer untuk mendapatkan layanan medis. Dengan keterbatasan transportasi, Retno mengaku sering kesulitan untuk membawa anaknya yang membutuhkan perawatan dokter spesialis.
Program Speling yang diadakan pada 30 Juli 2026, menghadirkan dokter spesialis secara gratis di balai desa, memungkinkan Retno dan anaknya mendapatkan pemeriksaan tanpa harus bepergian jauh. Harapan serupa juga dialami oleh masyarakat di daerah lain, seperti Jamsari di Kendal, yang telah lama berjuang dengan diabetes, dan Feni, siswi SMA di Banyumas, yang berhasil mendapatkan bantuan kesehatan mental.
Sejak diluncurkan pada Maret 2025, Speling telah dilakukan di 1.378 desa di 465 kecamatan, menjangkau 128.109 orang. Program ini menitikberatkan pada pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, penanganan penyakit seperti tuberkulosis, serta layanan kesehatan jiwa. Hingga awal Agustus 2026, sebanyak 15.848 pemeriksaan antenatal telah dilakukan, dengan 3.311 ibu hamil memerlukan penanganan lebih lanjut.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya layanan kesehatan yang menjangkau hingga desa, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat dari penyediaan akses kesehatan yang tidak hanya terbatas pada rumah sakit dan puskesmas. Target program hingga akhir 2026 adalah melayani 284 ribu masyarakat, dengan fokus pada deteksi dini dan rujukan untuk penanganan lebih lanjut.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/08/1786787064_edc0819c88c777d7c227.jpg)