Site icon Jackiecilley.com

Gus Lilur Ajak Reformasi dan Penataan Kepengurusan PBNU

[original_title]

Jackiecilley.com – Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Khalilur Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menyatakan dukungannya terhadap reformasi kepengurusan yang dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih, Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz, atau Gus Kikin. Dia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap berbagai persoalan yang terjadi pada periode sebelumnya, termasuk konflik internal dan masalah etik yang melibatkan oknum pengurus.

Dalam keterangan resminya, Gus Lilur menegaskan bahwa langkah reformasi yang berani menjadi kunci dalam membangun kepengurusan yang lebih baik. Dia menginginkan agar orang-orang yang terlibat dalam konflik tidak mendapatkan posisi strategis dalam organisasinya. “PBNU harus menjadi rumah besar yang aman dan bukan tempat pertarungan kepentingan,” ujarnya pada Jumat.

Dia menyoroti pentingnya menghentikan kultur dan praktik transaksional yang selama ini ada, serta memastikan bahwa individu dengan rekam jejak konflik tidak kembali berperan dalam organisasi. Gus Lilur juga mengingatkan PBNU untuk belajar dari pengalaman kepemimpinan sebelumnya yang menyebabkan permasalahan, seperti kasus hukum yang menimpa beberapa pengurus.

Gus Lilur mencontohkan kasus Mardani Maming, mantan Bendahara Umum PBNU, yang terlibat dalam perkara hukum dan dipecat untuk fokus menghadapi masalah tersebut. Dia menekankan agar Gus Kikin memilih figur-figur yang tepat untuk menduduki posisi strategis, mengingat beberapa nama, termasuk Nusron Wahid, yang saat ini terlibat dalam penyelidikan dugaan korupsi.

Ia mengimbau agar PBNU menunjukkan standar etik yang lebih tinggi, menjauhkan organisasi dari individu yang tengah menghadapi masalah hukum. Dengan demikian, reformasi yang dilakukan diharapkan dapat mengakhiri siklus konflik dan membangun PBNU yang lebih profesional dan terbuka, sesuai dengan tujuan awal organisasi.

Exit mobile version