Site icon Jackiecilley.com

Gelombang Panas Mematikan Eropa Terlihat dari Angkasa

[original_title]

Jackiecilley.com – Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa pada pertengahan Juni 2026 telah menimbulkan dampak signifikan bukan hanya bagi penduduk di darat, tetapi juga terlihat jelas dari luar angkasa. Misi satelit Copernicus Sentinel-3 milik Badan Antariksa Eropa (ESA) berhasil menangkap citra yang menunjukkan kondisi daratan Eropa yang berubah menjadi zona berwarna merah akibat lonjakan suhu yang mematikan.

Data yang dirilis ESA pada 30 Juni menunjukkan bahwa citra tersebut diambil pada 23 Juni. Saat itu, wilayah Spanyol, Prancis, dan bagian Afrika Utara terlihat didominasi warna merah pekat. Warna tersebut mencerminkan suhu permukaan tanah yang sangat tinggi, berbeda dari suhu udara yang biasa dilaporkan dalam prakiraan cuaca.

Sebagaimana dicatat, suhu permukaan tanah di daerah tersebut mencapai angka mencengangkan hingga 55 derajat Celsius, khususnya di beberapa titik Spanyol dan Prancis. Madrid tercatat mencapai 48 derajat Celsius, sementara Roma di Italia mencatatkan 44 derajat Celsius. Kejadian ini bertepatan dengan rekor suhu tertinggi di Prancis sepanjang sejarah pada bulan Juni.

Dampak dari gelombang panas ini sangat berbahaya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 1.300 kematian yang terkait dengan kejadian ekstrem ini. Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, memberikan peringatan akan kondisi darurat akibat percepatan perubahan iklim yang mengancam benua Eropa, yang diperkirakan memanas dua kali lipat dari rata-rata global.

Data dari Copernicus Sentinel-3 kini menjadi alat penting bagi peneliti untuk memahami lebih dalam penyebab dan dampak dari fenomena atmosferik yang memicu suhu ekstrem ini.

Exit mobile version