Site icon Jackiecilley.com

ESDM Tingkatkan Penyerapan Panel Surya melalui 100 GW PLTS

[original_title]

Jackiecilley.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia mengumumkan upaya untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) domestik hingga 100 gigawatt (GW). Langkah ini diambil seiring dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pengembangan sumber energi terbarukan di dalam negeri.

Dalam pernyataannya, Wakil Menteri ESDM Yuliot mengungkapkan bahwa inisiatif ini ditujukan untuk mengatasi kekhawatiran tentang dampak tarif impor yang tinggi dari Amerika Serikat terhadap industri panel surya Indonesia. Tarif yang dikenakan mencapai ratusan persen, berpotensi menghambat pertumbuhan sektor ini. Yuliot menekankan pentingnya memperkuat industri lokal dengan meningkatkan pemanfaatan panel surya yang diproduksi dalam negeri.

Dia juga menegaskan bahwa program pembangunan 100 GW PLTS akan meningkatkan permintaan terhadap panel surya di Indonesia. Rencana ini akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dengan prioritas pembangunan 17 GW dan diharapkan bisa memenuhi kapasitas penuh dalam waktu dekat.

Pada tanggal 24 Februari 2023, Departemen Perdagangan AS mengumumkan pengenaan Bea Masuk Imbalan Sementara (BMIS) terhadap impor panel surya dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Tarif yang dikenakan untuk Indonesia berkisar antara 85,99 hingga 143,30 persen, yang lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN lainnya.

Sementara itu, proses penyelidikan mengenai tarif ini diperkirakan akan berlangsung hingga Juli 2026 untuk mencapai keputusan final. Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan industri panel surya dalam negeri bisa lebih kompetitif di pasar lokal dan internasional, serta mendukung transisi energi yang berkelanjutan di Indonesia.

Exit mobile version