Jackiecilley.com – Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, memperkuat komitmen pemerintah dalam meningkatkan pelayanan haji Indonesia melalui empat program strategis. Program tersebut meliputi penurunan biaya haji, penataan kebijakan waiting list, penguatan ekspor produk Indonesia untuk kebutuhan haji, dan pembangunan Kampung Haji yang berfungsi sebagai pusat layanan jemaah di Arab Saudi.
Pernyataan ini disampaikan oleh Irfan saat acara Manasik Haji Nasional yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Rabu (11/2). Irfan menegaskan bahwa penurunan biaya haji tidak akan mengorbankan kualitas pelayanan. Efisiensi yang dilakukan diharapkan dapat memastikan hak jemaah tetap terpenuhi dengan layanan yang optimal.
Irfan menjelaskan bahwa kebijakan waiting list ditargetkan untuk lebih transparan dan adil. Selain itu, penguatan ekspor produk Indonesia menjadi salah satu upaya untuk mendorong sukses ekonomi haji. Pembangunan Kampung Haji diharapkan bisa menjadi simbol kehadiran negara serta kemudahan akses bagi jemaah Indonesia di tanah suci.
Lebih lanjut, Irfan menyoroti demografi jemaah haji yang sebagian besar adalah perempuan, sehingga perlu ada penguatan layanan dan penambahan petugas pembimbing ibadah perempuan. Ia menekankan pentingnya menjadikan pengalaman haji ramah dan aman bagi seluruh jemaah, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.
Irfan juga mengungkapkan bahwa kesiapan kesehatan jemaah merupakan bagian dari konsep istithaah atau syarat kemampuan berhaji. Aspek ini mencakup pemahaman manasik, kemampuan finansial, dan kesiapan fisik. Menurutnya, haji adalah ibadah sakral yang membutuhkan persiapan ilmu, fisik, dan mental. Kesadaran akan pola hidup sehat menjadi bagian penting dari pelaksanaan ibadah ini.