Site icon Jackiecilley.com

Ebola Jadi Peringatan Global, Risiko Penularan Jemaah Haji dan Umrah

[original_title]

Jackiecilley.com – Wabah ebola yang baru-baru ini ditetapkan sebagai darurat kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia (PHEIC) mengundang perhatian serius dari pengamat kesehatan, termasuk Dicky Budiman dari Global Health Security. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah tidak perlu menutup total perbatasan, melainkan harus memperkuat pengawasan terhadap penularan, khususnya bagi jemaah haji dan umrah serta pelaku perjalanan internasional.

Dicky menegaskan pentingnya penguatan surveilans epidemiologi di berbagai pintu masuk internasional, seperti bandara dan pelabuhan, untuk mencegah penyebaran virus. Ia menyoroti bahwa calon jemaah yang memiliki mobilitas tinggi perlu diperiksa secara ketat guna mengidentifikasi kemungkinan adanya gejala ebola. “Standar pengawasan di pintu masuk perlu dijaga kualitasnya,” ujarnya saat dihubungi pada hari Minggu (17/5).

Lebih lanjut, ia menekankan perlunya skrining berbasis risiko bagi pelaku perjalanan, terutama mereka yang baru saja kembali dari daerah terpapar ebola. Protokol ini meliputi pemeriksaan terhadap riwayat kunjungan dalam 21 hari terakhir dan gejala terkait seperti demam atau pendarahan. Selain itu, kesiapan laboratorium dan fasilitasi rumah sakit rujukan juga harus ditingkatkan untuk menghadapi kemungkinan penanganan pasien ebola.

Dicky juga mengingatkan pentingnya pendekatan “one health”, yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Hal ini relevan mengingat bahwa penyebaran virus dapat terkait dengan faktor-faktor lingkungan seperti deforestasi dan perdagangan satwa liar. Sebelumnya, WHO telah melaporkan adanya 13 kasus ebola terkonfirmasi dan 246 kasus belum terkonfirmasi di Republik Demokratik Kongo dan Uganda, menunjukkan betapa krusialnya langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Exit mobile version