Site icon Jackiecilley.com

DEN Sarankan Danantara Gunakan Simbara untuk Tata Niaga Mineral

[original_title]

Jackiecilley.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan merekomendasikan penggunaan Sistem Informasi Mineral dan Batubara (Simbara) oleh PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Rekomendasi ini disampaikan setelah pertemuan dengan CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam acara ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy yang berlangsung di Jakarta pada Senin.

Luhut menjelaskan bahwa platform Simbara telah dioptimalkan untuk pengelolaan lima jenis komoditas, termasuk batu bara, bauksit, nikel, timah, dan tembaga. Ia juga menekankan pentingnya sistem ini dalam meningkatkan kepatuhan pajak dan melindungi pendapatan negara, di mana kebocoran penerimaan di sektor batu bara saat ini dapat mencapai 40 persen.

Sistem Simbara mengharuskan perusahaan pengekspor, termasuk batu bara, untuk memberikan informasi lengkap mengenai cadangan, volume ekspor, serta pembayaran pajak dan royalti. Selain itu, semua data akan diverifikasi oleh sistem, yang berfungsi untuk memblokir perusahaan yang tidak mematuhi regulasi yang berlaku.

“Ini adalah langkah untuk memastikan bahwa tidak ada pihak, termasuk aparat, yang dapat mengubah atau memengaruhi sistem ini,” ungkap Luhut. Ia juga menekankan bahwa perusahaan yang tidak patuh harus melaporkan ulang dari awal.

Dalam keterangan terpisah, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengumumkan bahwa PT DSI telah resmi menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) setelah penandatanganan akta pengesahan. Meskipun DSI kini berstatus BUMN, mekanisme ekspor untuk beberapa komoditas masih dalam tahap penyusunan dan detail lebih lanjut akan disampaikan dalam waktu dekat.

Exit mobile version