Jackiecilley.com – Penggunaan kendaraan listrik semakin marak dalam tradisi mudik Lebaran, membentuk tren baru dalam perjalanan pulang kampung. Di tengah tingginya biaya bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi perhatian utama para pemudik, kini perhitungan ongkos perjalanan beralih dari liter bensin menjadi persentase baterai.
Seiring mendekatnya Lebaran, antrean kendaraan di SPBU pun menjadi pemandangan umum. Untuk menempuh perjalanan jauh, khususnya melalui Tol Trans Jawa, para pemudik membongkar tabungan untuk biaya BBM. Namun, dengan meningkatnya pemakaian kendaraan listrik, perhitungan ini berubah.
Pada Minggu (15/3), di Rest Area KM 166 Tol Cikopo-Palimanan, Majalengka, Jawa Barat, terlihat banyak pemudik beristirahat. Salah satunya adalah Sendika, 35 tahun, warga Tangerang Selatan, yang tengah mengisi baterai mobil listriknya sebelum melanjutkan perjalanan ke Cirebon. Dengan pengalaman mudik ke Cirebon selama lebih dari satu dekade, Sendika merasakan kenyamanan baru dalam perjalanan dengan kendaraan ramah lingkungan ini.
Di Rest Area tersebut, terdapat beberapa unit pengisian daya, termasuk charger berkapasitas 120 kilowatt (kW). Sendika menggunakan charger ini untuk mengisi baterainya dari 20 persen hingga penuh dalam waktu kurang dari satu jam. Saat menunggu, ia menghabiskan waktu bersama keluarga, beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Perubahan ini menandakan pergeseran dalam kebiasaan pemudik dan membuka peluang baru untuk kendaraan listrik di Indonesia, di tengah semarak tradisi Lebaran yang tak lekang oleh waktu.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/03/1001286102.jpg)