Jackiecilley.com – Perum Bulog Sentra Penggilingan Padi (SPP) Kendal telah berhasil menyerap 5.119 ton gabah kering panen (GKP) hingga Oktober 2026 dari dua musim panen. Langkah ini diambil guna memperkuat stok beras nasional dan memastikan pasokan beras tetap terjaga di masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Manajer Operasional Bulog SPP Kendal, M Aziz Latif, dalam sebuah kesempatan di Kendal, Jawa Tengah, pada Sabtu.
Gabah yang diserap diproses menjadi beras yang kemudian didistribusikan melalui berbagai saluran penjualan, termasuk ritel modern yang bermitra dengan Bulog. SPP Kendal berfungsi tidak hanya sebagai pengolah gabah menjadi beras, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat cadangan beras pemerintah.
Aziz menjelaskan bahwa pengendalian mutu merupakan tahapan krusial dalam proses operasional. Tim Jemput Gabah bertugas memastikan hasil panen petani telah cukup umur agar kualitas gabah tetap terjamin. Bulog mengedepankan prinsip “any quality”, di mana syarat utama adalah memastikan kualitas bahan baku memenuhi kebutuhan produksi.
Setelah gabah diterima, pemeriksaan bahan baku dilakukan sebelum memasuki proses pengeringan, penggilingan, dan penyortiran. Penyortiran dilakukan dengan menggunakan mesin pemilah berdasarkan warna untuk memastikan beras yang dihasilkan memenuhi standar kualitas.
Dengan kapasitas pengeringan hingga 120 ton gabah setiap hari dan kemampuan menggiling sekitar 50 ton beras, SPP Kendal terus berupaya memperkuat ketersediaan beras berkualitas. Perum Bulog memiliki 10 Sentra Penggilingan Padi di seluruh Indonesia, termasuk SPP Kendal, yang dapat diandalkan untuk mengolah gabah guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/10/336A262A-AEBF-4CFD-99AF-CE3171B0A97A.jpeg)