Jackiecilley.com – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) telah menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat keamanan siber perbankan daerah di Indonesia. Penandatanganan ini terjadi pada acara yang disaksikan Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, dan dihadiri oleh jajaran pengurus Asbanda serta direksi Bank Pembangunan Daerah (BPD) dari berbagai daerah.
Kerja sama ini dilatarbelakangi oleh semakin masifnya transformasi digital di sektor perbankan yang sekaligus menghadirkan ancaman siber yang kompleks. Nugroho menekankan bahwa perkembangan teknologi harus seiring dengan penguatan aspek keamanan, mengingat keamanan siber kini menjadi pilar penting dalam mitigasi risiko bisnis. “Keamanan siber bukan lagi sekadar urusan teknis, melainkan menjadi bagian integral dari peran korporasi,” ujarnya.
Agus H Widodo, Ketua Umum Asbanda, mengingatkan bahwa industri perbankan tidak hanya berfokus pada layanan keuangan, tetapi juga pada integritas dan kecepatan teknologi serta kepercayaan masyarakat. Dia menyoroti bahwa ancaman siber saat ini kian cepat dan terorganisir, sehingga perlu dianggap sebagai isu strategis nasional. Agus juga menjelaskan bahwa serangan siber dapat memengaruhi kepercayaan publik, stabilitas operasional, dan reputasi institusi keuangan.
Melalui kerja sama ini, BSSN dan Asbanda berkomitmen memperkuat kapasitas keamanan siber di seluruh BPD, termasuk peningkatan keterampilan sumber daya manusia, pengembangan sistem peringatan dini, dan manajemen risiko terkait teknologi informasi. Sebagai mitra strategis pemerintah daerah, BPD memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan siber, yang sejalan dengan misi mereka untuk mendukung layanan publik dan aktivitas ekonomi lokal.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/05/1778947927_e05dd06c649deb8f4530.jpg)