Jackiecilley.com – Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) mendorong pengelolaan residu tanaman pertanian di Indonesia sebagai langkah untuk menciptakan nilai tambah ekonomi bagi petani. Hal ini diungkapkan oleh Kepala BRMP Mekanisasi Pertanian, Arief Rachman, dalam acara National Multistakeholder Dialogue di Jakarta, Selasa.
Arief menjelaskan bahwa residu tanaman seperti jerami padi, batang jagung, dan daun tebu seharusnya dilihat sebagai sumber daya, bukan sekadar limbah. Dengan memanfaatkan residu ini, terdapat peluang penting untuk pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya untuk mengelola residu agar tidak menimbulkan masalah, seperti pembakaran yang berpotensi mencemari udara.
Pemanfaatan residu ini dapat meliputi pakan ternak, kompos, dan berbagai produk bernilai tambah lainnya. Dalam rangka mewujudkan itu, dukungan mekanisasi menjadi krusial. Teknologi seperti mesin pencacah dan alat pengolah kompos diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan residu.
Namun, Arief juga menyoroti tantangan dalam penyediaan mekanisasi, seperti ketersediaan, keterjangkauan, dan kemampuan untuk digunakan secara berkelanjutan. Sebagai solusi, pihaknya mendorong model jasa sewa alat dan mesin pertanian, yang memungkinkan petani kecil mengakses teknologi tanpa harus membeli alat secara individual.
Selain itu, pengembangan mekanisasi perlu mencakup berbagai aspek, mulai dari penyediaan mesin hingga kepastian pasar bagi produk yang dihasilkan. BRMP juga berkolaborasi dengan UN ESCAP-CSAM untuk mengembangkan solusi pengelolaan residu yang lebih berkelanjutan, dengan melibatkan negara-negara lain seperti Kamboja dan Nepal.
Dengan penerapan teknologi tepat guna dan sistem pelayanan yang efisien, diharapkan residu tanaman dapat menjadi sumber daya yang bernilai bagi petani serta mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/09/1000470055.jpg)