Site icon Jackiecilley.com

BMKG Waspadai Cuaca Ekstrem Berlanjut di Banyak Wilayah Indonesia

cuaca ekstrem

18 January 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem hari ini untuk banyak wilayah di Indonesia. Kondisi ini mencakup hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat serta angin kencang yang berisiko menimbulkan banjir dan gangguan aktivitas masyarakat.

Dalam peringatan dini yang dirilis pagi ini, BMKG memetakan sejumlah provinsi yang diperkirakan mengalami fenomena cuaca ekstrem. Wilayah seperti Bali, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan sebagian Kalimantan diperkirakan akan diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dengan kemungkinan angin kencang. Beberapa daerah lain juga berpotensi mengalami hujan sedang yang disertai kilat/petir.

BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem tersebut. Peringatan cuaca ini disampaikan sebagai langkah antisipatif terhadap risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan di kawasan permukiman maupun area transportasi.

Untuk wilayah Jabodetabek, BMKG khususnya memonitor potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kuat hingga Jumat mendatang, 23 Januari 2026. Kondisi ini dipicu oleh gangguan atmosfer yang menyebabkan pembentukan awan hujan lebih mudah dan berkembang di kawasan tersebut.

Pakar meteorologi menjelaskan bahwa fenomena ini didorong oleh dinamika atmosfer regional, termasuk pasokan massa udara lembab yang meningkat. Hal ini sejalan dengan musim penghujan yang masih aktif di sebagian besar wilayah Indonesia. Masyarakat diimbau terus memantau update informasi cuaca dari BMKG untuk keselamatan dan perencanaan aktivitas.

BMKG menegaskan bahwa peringatan ini bersifat dini dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan kondisi atmosfer secara real time. Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan siap menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem, termasuk siaga menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi.

Exit mobile version