Jackiecilley.com – Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah (Fesyar) Jawa 2026 di Surabaya telah mencatat adanya transaksi perdagangan sebesar Rp35,5 miliar, melampaui target yang ditetapkan yaitu Rp35 miliar. Acara ini berlangsung dari tanggal 25 hingga 27 September 2026 di Grand City Mall, dengan lebih dari 300 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berpartisipasi untuk memamerkan produk mereka.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal, menyatakan bahwa pencapaian transaksi ini menunjukkan potensi peningkatan yang lebih besar sebelum acara berakhir. Selain transaksi perdagangan, pembiayaan yang tercatat telah mencapai Rp56 miliar, melampaui target Rp48 miliar. Namun, transaksi penjualan produk UMKM hanya mencatat Rp2,1 miliar dari target Rp7,3 miliar.
Rifki menekankan bahwa keberhasilan Fesyar tidak hanya diukur dari angka transaksi, melainkan juga melalui penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Ia menjelaskan terdapat tiga pilar utama untuk pengembangan ekonomi syariah, yaitu penguatan rantai nilai halal, pengembangan pembiayaan syariah yang kompetitif, dan peningkatan literasi tentang ekonomi syariah.
Menurut Rifki, rantai nilai halal dapat memberi kontribusi sekitar 27 persen terhadap perekonomian nasional dengan pertumbuhan sebesar 6,2 persen. Untuk memperkuat posisi tersebut, penting dilakukan sertifikasi halal, yang akan mendukung pengukuran dan integrasi rantai nilai.
Acara Fesyar bertujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan ekonomi syariah yang berkelanjutan, memberikan dampak positif bagi berbagai sektor, termasuk perbankan, UMKM, hingga lembaga zakat.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-27-at-15.19.43.jpeg)