20 January 2026 – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IPO perusahaan Indonesia masih ramai diperbincangkan di awal tahun ini, dengan minimal satu perusahaan konglomerasi bersiap melantai di bursa pada tahun 2026.
Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan bahwa hingga pertengahan Januari 2026 terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham yang tengah memproses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Dari jumlah itu, mayoritas merupakan emiten beraset besar yang berpeluang menjadi IPO jumbo tahun ini.
Menurut data internal BEI, dari tujuh calon emiten tersebut, lima perusahaan mempunyai aset di atas Rp250 miliar, satu berada di kategori aset menengah (Rp50–250 miliar), dan satu lainnya termasuk perusahaan berskala kecil. Calon perusahaan yang masuk pipeline mencakup beragam sektor, seperti keuangan, energi, material dasar, teknologi, serta transportasi dan logistik.
Iman Rachman menekankan bahwa kehadiran perusahaan konglomerasi yang bersiap IPO menjadi salah satu katalis penting untuk memperdalam pasar modal Indonesia. Meski tidak menyebutkan nama perusahaan konglomerasi secara spesifik, pernyataan tersebut menunjukkan potensi meningkatnya minat investor terhadap saham-saham baru di BEI. Indo Premier
Aktivitas IPO di Indonesia sepanjang 2025 dan memasuki 2026 menunjukkan tren menarik di pasar modal. BEI mencatat pipeline emiten yang beragam dari sektor strategis, yang menunjukkan dinamika korporasi domestik memanfaatkan momentum pasar modal untuk ekspansi modal dan transparansi. Kondisi ini diharapkan mendukung likuiditas dan pilihan investasi masyarakat.
Para analis pasar modal menilai bahwa tingkat partisipasi investor terhadap IPO akan menjadi indikator penting kesehatan pasar modal nasional pada tahun ini, seiring upaya memperkuat tata kelola perusahaan dan insentif pasar yang mendukung pencatatan saham baru. Perkembangan lebih lanjut diperkirakan akan terus dipantau oleh pelaku pasar hingga kuartal berikutnya.
